Selasa, 03 November 2009

Mbak Dewi

ini adalah cerita tentang masa laluku, Namaku Willy, ketika itu aku berusia 21 tahunan, kala itu aku bekerja di salah satu perusahaan swasta. Aku datang dari sebuah kota di Jawa Barat. Karena saudara-saudaraku jauh dari tempat kerjaku, terpaksa aku harus mencari tempat kost yg dekat dengan kerjaanku.
Singkat cerita, aku dapat tempat kost di wilayah kwitang, jakarta pusat. Lumayan gak bagus tapi bisa nyenyak tidur, murah lagi bayarannya, cuma ya kamar mandinya masih bareng-bareng dengan warga sekitar. Kebetulan yg punya kost adalah orangtuanya temen kerjaku.
Tak terasa enam bulan sudah aku kost, makin banyak kenal juga aku dengan penduduk sekitar. Tapi herannya kenapa aku susah kenalnya dengan tetangga yang persis di samping tempat kostku. Kalo ketemu sih saling sapa cuma gak pernah ngobrol, dia adalah istri seorang pegawai Departemen Kehakiman, kalo dengan suaminya sih akrab, malah suka ngongkrong bareng ketika santai, sedangkan istrinya yang berwajah ayu yg kebetulah kelahiran daerah Jawa Tengah tidak begitu akrab, padahal kalo berpapasan….uhhhhh pandangannya itu menjadi tanda tanya bagi insting nakalku….tembus kedalam hati.
Si istri tersebut bernama Dewi, aku memanggilnya Mbak Dewi, kegiatan sehari-harinya adalah mengelola salon kecantikan yang tak jah lokasinya dari tempat kostku. Hampir setiap berpapasan tatapan matanya tak pernah lepas dari pandanganku sampai aku malu sendiri dan kalah pandangan. Dia selalu memandang dengan senyumnya yang manis. Kebetulan memang orangnya hitam manis.
Suatu ketika aku pulang larut dari kerjaan, sekitar jam 22.30, aku selalu melewati derah kamar mandi menuju ke kamar kost ku….tersentak hatiku melihat sosok wanita jongkok sedang cebok..krecek krecek…krecek bunyi airnya kala itu. Dia tak memperhatikan suasana sekitar dan tak tahu aku sedang mengamatinnya sambil pura-pura membetulkan tali sepatu……….dia langsung bangun dan membetulkan celana dalamnya setelah cebok. Deg deg deg jantungku berdebar melihat bokongnya yang mulus.

“Eh..ada orang…kirain sepi:, kaget dia ketika melihatku…berada sekitar dua meter darinya. Eh emmmba agak gugup aku, tali sepatuku lepas mbak…aku kira juga gak ada orang, kataku sambil menyeringai agak malu.
Hmmmm, betulin sepatu apa hmmmmm, katanya kepadaku. Semakin malu aku dibuatnya..”willy, kamu liatin mbak yah tadi”, katanya dengan pelan. Eng..engga mbak, mang mbak lagi ngapain, jawabku. “yang beneerrrrrrrrr”, serunya lagi. Hmmmm dikit mbak heheheh kataku sambil ketawa kecil. Tak sadar penisku sdah tegang, sehingga celana bagian depan menyembul.
“Dasar kamu tuh yah”, katanya lagi sambil mencubit tanganku dan langsung masuk ke rumahnya.

Setelah kejadian itu, malamnya aku gak bisa tidur membayangkan bercita dengan Mbak Dewi. Tak tahan aku, akhirnya melakukan onani sambil membayang kan apa yang baru aku lihat beberapa jam yang lalu.
***
Semakin hari semakin terbayang wajah Mbak Dewi, tak tahan rasanya ingin menyentu mbak Dewi. Ketika malam tiba aku nongkrong di depan kamar kostku, berharap bertemu mbak Dewi, sejam dua jam hingga 9 malam kala itu, terlihat mbak Dewi turun dari taxi, berdebar rasa jantungku, memikirkan rencana bagai mana caranya berdekatan dengannya.
Hampir sampai dia ke dekatku,aku berdiri pura pura mau jalan ke arahnya….seperti biasa tatapan dan senyumnya yang menggoda menembus hatiku..”dari mana mbak, kok malam pulangnya” tanyaku. Abis belanja cat rambur, kebetulan jalannya macet jadi kemalaman deh, jawabnya sambil tersenyum. Sambil berpapasan kuberanikan diri tuk menempelnya agak bertubrukan, …nyelllll terasa ada benda yg kenyal menyentuh sikutku…detik itu juga kemaluanku tegang. “Mmmaaf mbak gak sengaja”, kataku….”hehehehhehe kamu tuh bisa aja, ga apa apa kok wil, gak sengaja kan”, jawabnya sambil tersenyum dan melanjutkan perjalanan ke rumahnya.
Ampuuuuuuuuuuuuun, makin bingun aku dengan sikap mbak Dewi, seolah olah meberi lampu hijau kepadaku. Semakin gila imajinasiku terhadap mbak Dewi. Semakin hari semakin senewen.

Akhirnya pada suatu hari aku mempunya ide tuk bertemu langsung dengannya, dengan cara mendatangi salonnya, dengan alasan memotong rambut. Hari itu aku tidak kerja, demi menjalankan misiku yang penuh gairah. Kudatangi salon mbak Dewi sekitar jam 11 siang. Kebetulan dia bekerja sendiri tanpa asisten.
“Siang mbak”, salamku terhadapnya. :Siang, eh willy ada apa, tumben kesini”, jawabnya. Mau potong rambut mbak, dan panjang neh biar rapih aja. oooo, boleh tunggu yah, kata mbak Dewi.
Hari itu dia memakan rok hitam dan kaos putih bak orang training, senyum dan pandangannya tidak berubah tetap menggoda hatiku. “ayo wil katanya mau potong rambut” tanya nya. Iya mbak, langsung aku duduk di kursi, dan mbak dewi siap memotong rambutku. Tak karuan rasa hatiku ketika mbak Dewi mulai memotong rambutku. Berkeringat tubuhku, “kenapa wil, gerah”, tanyanya. Nggak Mbak Dewi, nggak gerah kok, jawabku. “Nah itu berkeringat” tanya nya lagi sambil tersenyum.
“Mmmmm, aku berkeringat karena dekat dengan mbak Dewi “, upsss kelepasan aku ngomong….”hihihihihi mbak Dewi ketawa geli, kenapa kok deket saya jadi gerah emangnya saya kompor” katanya lagi.
Tak tahan dengan hasrat ku, kulepaskan penutuh tubuhku yang dijadikan alas rambut. Kutarik mbak Dewi ke bagian belakang…sini dulu bentar mbak…wilyyyy, ada apa sih, kata mbak Dewi tapi tetap menuruti ajakanku.
Setibanya di belakang, langsung kupeluk dia dengan erat, ohh mbak ini yg akuharapkan dari mbak, “wil, apa-apan sih kamu nanti takut ada tamu nih” gumam mbak dewi. Tpi tak kulepaskan pelukanku, semakin ganas diriku, ku pegang bokongnya yang membuat aku tergila-gila setelah dia pipis dulu. Dia sedikit berontak dan malah terjatuh ke dipan tempat creambath, dan posisi kami sekarang berubah. Dia berada dibawahku sementara aku menindih. Kusingkabkan rok hitamnya dan oohhhh terlihat sembulan indah yang terhalang celana dalam tipis warna putih.

Semakin jalang saja aku sambil menindih tangan kananku menyelinak ke celana dalamnya. ku elus-elus kemaluannya….hmmm mulai basah..”willllll kamu nih, pintunya belum ditutup biar aku tutup dulu pintunya” gumamnya dengan wajah yg mulai memerah. Takut itu hanya alasan akhirnya aku bilang, biar aku yg tutup pintunya, kalo mbak yg tutup nanti malah pergi mbak. sebelum pergi menutup pintu, kupelorotkan dulu celana dalamnya….oooohhh indahnya pemandangan kali ini, bulu vaginanya tipis. Langsung aku bergegas menutup pintu yg hanya berjarak tiga meter dari belakang.
Dengan penuh nafsu aku bergegas menuju belakang, alangkah kagetnya aku melihat mbak Dewi tidak ada di tempat Creambath…..langsung aku sibak gorden penghalang dekat kamar mandi belakang. Oh my god, leboh kaget lagi mbak dewi ternyata malah sudah telanjang bulat sambil tersenyum padaku…..langsung saja aku menyergapya, ooww putingnya sudah berdiri dan langsung saja aku menghisapnya, ohhhhohhhh, mbak dewi menggelinjang, tak kuhiraukan, bibirku menghisap terus putingnya yg mencuat, sementara tangan kiriku meremas-remas payudara kirinya. Tangan kananku tak mau kalah…bergerilya di sekitar kemaluannya yg sudah basah.
Begitu juga mbak Dewi, di tak mau kalah, tangannya memegang kemaluanku dengan penuh perasaan…..15 menit kamu melakukan pemanasan. “Mbak, aku mau masukin yah” pintaku dengan penuh nafsu..mbak dewi hanya mengangguk. Kutuntun mbak dewi ke tempat creambath, kucelentangkan dia…oohhh vaginanya mengangga, tanpa basa basi langsung saja kumasukan kemaluanku…blesssssssssssssssssssss, mbak dewi sedikit tersentak sambil menyeringai….bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess ooohhh bleess bleess bleess kukeluar masukan penisku dalam vagina mbak dewi……..ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh willllll, mbak dewi baru terdengan suara kerasnya…..ssssssssst jangan terlalu keras nanti kedengaran yg lain, kataku. Kulanjutkan pergerakan ku, kulipat kaki mbak dewi keatas sehingga kemaluannya menyempit kugoyang kemaluanku dengan penuh rasa….srep srep srep srep sreppppp kutahan dan ku putar kemaluanku dalam vaginanya…mbaaaaaaaaaaaaakkk aku…oooohhhh cretttttttttt cretttttt crettttttttt ooohhh mbak dewi memeluku dengan erah oooooohh dia juga berteriak, ternyata dia juga merasakan ejakulasi. ooooh tubuh akmi berdua penuh keringat. ku kecup bibir mbak dewi….”terima kasih mbak” kataku/….sama-sama will harusnya mbak yg terima kasih….”loh kok”, tanyaku bingung. Gini will, aku gak pernah dapet kepuasan dari suamiku, selain dia ejakulasi dini, penisnya itu loh, kuecil kealingan perutnya yg gendut. Makanya aku terimakasih sama kamu karena sudah setahun mbak gak ejakulasi dari making love. Cuppppppppph katanya sambil mengecup bibirku.

Berarti lain kali bisa lagi dong mbak hehehehe….pintaku…”terserah kamu will”, mbak jadi suka ma kamu, lalu kami berpelukan lagi dengan erat… dah dulu yah will, takut ada tamu…katanya.
Aku langsung mengenakan pakaian dan mengelap keringat, setelah itu aku langsung pulang ke kost an dengan hati yang riang atas keberhasilanku. Hampir gak percaya semua itu akan terjadi dan ternyata memang mbak Dewi membutuhkanku.

2 komentar: