Minggu, 01 November 2009

Guru Honor Main Sosor

Kepiawian Murtadi, 27, dalam hal merayu cewek memang tiada duanya. Meski statusnya masih guru honor, sejumlah gadis berhasil dia sosor. Terakhir murid sendiri, Indri, 16, disosor hingga hamil. Mestinya perkawinan segera digelar, tapi tiba-tiba gadis lain klaim juga kadung dihamili Pak Guru. Kacau nih urusan!

Umumnya orang selalu bayang-bayang sepanjang badan. Maksudnya, semua tindakan disesuaikan dengan kemampuannya. Tapi Pak Guru Murtadi dari SMP Negri di Jamblang, Cirebon ini lain. Meski sebagai guru honor duitnya masih pas-pasan setiap bulan, dia pede saja memacari sejumlah cewek. Soalnya dia berprinsip, bawa cewek kok sampai keluar ongkos, itu memalukan. “Justru kita harus mampu membuat cewek itu rela mengongkosi kebutuhan kita,” kata Murtadi.

Ini memang ilmu pengiritan yang menjadi rujukan Murtadi sehari-hari. Meski itu termasuk asosial, ternyata cewek banyak juga yang lengket padanya. Ini termasuk Indri, yang menjadi muridnya sendiri di SMP Negri Jamblang. Di luar jam sekolah, gadis ABG itu dibawa ke mana-mana, lalu diberi “pelajaran” lain yang di luar kurikulum 2008, tentu saja yang berbasis mesumisasi. Dikatakan mesum sebab pelajaran ekstra kurikuler itu berupa hubungan intim layaknya suami istri.

Nekad amat Pak Guru ini, bukankah Indri masih SMP? Biar SMP, tapi tongkrongan gadis itu memang sudah dewasa, sehingga layak buat tangkringan. Karenanya, asal ada peluang, Indri selalu diberi “mata pelajaran” non kurikuler itu. Pak Guru yang mustinya berarti bisa digugu dan ditiru, khusus Murtadi malah berarti: tiap hari Minggu berbuat saru (cabul). Ketika Indri mempertanyakan, bagaimana bila terjadi kehamilan. “Ya saya tanggungjawablah, begitu saja kok repot!” ujarnya mantep.

Guru edan dengan bidang studi cabulogi itu terus berlangsung, sehingga kehamilan yang sangat dikhawatirkan Indri, terjadi juga. Wah, bapak si gadis tentu saja mencak-mencak. Masak guru masih honor, lihat anak orang main sosor. Tapi lantaran nasi sudah menjadi bubur dan perut Indri nyaris seperti tambur, terpaka dikawinkan jugalah Murtadi – Indri ini. Undangan pun disebar, dengan mengundang seluruh teman dan handai taulan.

Akan tetapi, tiga hari menjelang hari H, tiba-tiba ada kejadian mengejutkan. Seorang wanita hamil melabrak ke rumah Indri, dan mengaku bahwa yang menghamili dirinya Murtadi si calon pengantin. Ketika dikroscek pada pihak terkait, ternyata si calon mantu tak bisa membantah pengaduan sigadis itu. Jadilah bapak Indri mencak-mencak untuk kedua kalinya. Meski sangat memalukan, perkawinan dibatalkan dan Murtadi dilaporkan ke Polres Cirebon. “Mendingan jadi hamil nganggur, daripada punya menantu buaya darat,” begitu tekad orangtua Indri.

Terlalu!. Jadi guru masih honorer, cintanya diecer-ecer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar